Kepemimpinan perempuan : “Membuka Ruang, Menguatkan Perempuan dalam Kepemimpinan”

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang_”Nurainah menjelaskan “Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, satu pertanyaan mendasar terus mengemuka: siapa yang pantas memimpin? Selama berabad-abad, jawaban atas pertanyaan ini hampir selalu mengarah pada satu figur—laki-laki. Tradisi, budaya, dan struktur sosial telah membentuk keyakinan bahwa kepemimpinan adalah wilayah maskulin. Perempuan, sebaliknya, lebih sering ditempatkan di ruang domestik, jauh dari arena pengambilan keputusan.

 

Namun sejarah membuktikan, kepemimpinan tidak pernah ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kapasitas, integritas, dan visi. Ungkap Nurainah

 

Lebih lanjut ia mengungkapkan “Perempuan telah lama menunjukkan kemampuannya memimpin di berbagai sektor: pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga politik. Mereka memimpin sekolah, rumah sakit, organisasi masyarakat, perusahaan, bahkan negara. Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap kuota, melainkan jawaban atas kebutuhan zaman yang menuntut kepemimpinan lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Baca Juga  Nottingham Forest Pecat Nuno Espirito Santo

 

Sayangnya, hingga hari ini, sebagian masyarakat masih memandang kepemimpinan perempuan sebagai pengecualian, bukan keniscayaan. Perempuan sering kali harus bekerja dua kali lebih keras untuk mendapatkan pengakuan yang sama. Kesalahan kecil mudah diperbesar, sementara keberhasilan kerap dianggap sebagai keberuntungan semata. Inilah wajah standar ganda yang masih membayangi kepemimpinan perempuan.

 

Padahal, kepemimpinan pada hakikatnya adalah fungsi sosial, bukan identitas biologis. Kepemimpinan adalah tentang kemampuan mengambil keputusan, mengelola konflik, membangun visi bersama, dan bertanggung jawab atas dampak kebijakan. Semua kualitas itu tidak melekat pada jenis kelamin tertentu.

Baca Juga  Harapan Baru Bersama Sapala Consultant Cabang Kedua

 

Justru dalam banyak kasus, kepemimpinan perempuan menghadirkan pendekatan yang berbeda dan dibutuhkan: lebih peka terhadap relasi, lebih terbuka terhadap partisipasi, dan lebih responsif terhadap kelompok rentan. Kepemimpinan semacam ini penting di tengah masyarakat yang semakin majemuk dan kompleks.

 

Lebih jauh, memberikan ruang kepemimpinan kepada perempuan bukan semata urusan kesetaraan, tetapi juga strategi pembangunan. Banyak riset menunjukkan bahwa organisasi dan negara dengan keterwakilan perempuan yang kuat cenderung memiliki tata kelola yang lebih transparan, kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan, serta tingkat konflik yang lebih rendah.

Baca Juga  BRI Kanca Balaraja Bersinergi dengan PLTU Lontar Gelar Jalan Sehat Peringati Hari Listrik Nasional

 

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi bolehkah perempuan memimpin? Pertanyaan yang lebih relevan adalah: mengapa kita masih membatasi setengah potensi bangsa hanya karena konstruksi sosial yang usang?

 

Kepemimpinan juga bisa, dan memang seharusnya, dipegang oleh perempuan. Bukan sebagai pengecualian, bukan sebagai simbol, melainkan sebagai hak dan kebutuhan bersama. Ketika perempuan diberi ruang memimpin, yang diuntungkan bukan hanya perempuan, tetapi seluruh masyarakat.

 

Sudah saatnya kita berhenti mengukur pemimpin dari jenis kelaminnya. Yang perlu kita ukur adalah dampak kepemimpinannya bagi keadilan, kesejahteraan, dan masa depan bersama.

 

Red_Ari/Gnj

Berita Terkait

FESTIVAL TABUH BEDUG KE-3 TAPOS “Pertahankan Seni Budaya Islami Yang Hampir Punah”
Polresta Tangerang Amankan Haul Akbar di Ponpes Al-Istiqlaliyah Cilongok, Ratusan Personel Disiagakan
Ratusan Personel Disiagakan, Polresta Tangerang Amankan Haul Akbar di Ponpes Al-Istiqlaliyah Cilongok
Lord Of The Rings Akan Kembali Ke Layar Lebar Pada 2027
Wabup Intan Kunjungi RS Insan Nusantara Rajeg
HADIRI KEGIATAN BERSAMA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP RI, BUPATI TANGERANG: PEMKAB TANGERANG SIAP BERKOLABORASI DAN DUKUNG PERCEPATAN PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI ENERGI LISTRIK
Rapat Koordinasi Haul Akbar Al-Istiqlalliyah, Polresta Tangerang Siapkan Pengamanan Berlapis
Panen 2,8 Ton Jagung di Sukamanah, Bukti Nyata Penguatan Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:51 WIB

FESTIVAL TABUH BEDUG KE-3 TAPOS “Pertahankan Seni Budaya Islami Yang Hampir Punah”

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:13 WIB

Polresta Tangerang Amankan Haul Akbar di Ponpes Al-Istiqlaliyah Cilongok, Ratusan Personel Disiagakan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:34 WIB

Ratusan Personel Disiagakan, Polresta Tangerang Amankan Haul Akbar di Ponpes Al-Istiqlaliyah Cilongok

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:31 WIB

Lord Of The Rings Akan Kembali Ke Layar Lebar Pada 2027

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:21 WIB

Wabup Intan Kunjungi RS Insan Nusantara Rajeg

Berita Terbaru

Berita

Lord Of The Rings Akan Kembali Ke Layar Lebar Pada 2027

Sabtu, 28 Mar 2026 - 13:31 WIB

Berita

Wabup Intan Kunjungi RS Insan Nusantara Rajeg

Sabtu, 28 Mar 2026 - 10:21 WIB