Perjanjian AS-Rusia Berakhir, Trump Kaji Uji Coba Senjata Nuklir

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – Presiden AS Donald Trump tengah mengkaji perluasan armada nuklir Amerika Serikat dan uji coba senjata nuklir di bawah tanah setelah perjanjian pengendalian dengan Rusia berakhir, dilansir dari laman The New York Times, Selasa (10/2).

Mengutip sejumlah pejabat senior AS, laporan itu menyebutkan bahwa AS tengah meninjau beberapa opsi untuk menempatkan senjata nuklir tambahan dan mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali uji coba nuklir.

Langkah tersebut menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dalam kebijakan AS yang selama puluhan tahun membatasi dan mengurangi jumlah hulu ledak nuklir yang disiagakan.

Baca Juga  Bupati Tangerang Ajak Warga Perum Graha Lestari Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Untuk Kemajuan Bersama

Pada 5 Februari, perjanjian New START antara AS dan Rusia resmi berakhir. Kesepakatan itu membatasi jumlah hulu ledak strategis yang boleh dikerahkan kedua negara, maksimal 1.550 unit. Trump menolak perpanjangan informal yang diusulkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa AS seharusnya mengupayakan perjanjian baru yang “lebih baik dan modern” daripada memperpanjang New START dengan Rusia.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Thomas DiNanno, yang membidangi pengendalian senjata dan keamanan internasional, mengatakan dalam forum perlucutan senjata di Jenewa bahwa New START telah memberlakukan “pembatasan sepihak” terhadap AS dan menegaskan bahwa AS kini bebas memperkuat kemampuan nuklirnya.

Baca Juga  Ruas Brebes–Jatibarang Macet Imbas Perbaikan, Warga Keluhkan Gangguan Lalu Lintas

Opsi lain yang sedang dipertimbangkan Trump adalah memaksimalkan kapasitas nuklir yang ada dan mengaktifkan kembali hulu ledak nuklir cadangan yang selama ini disimpan.

Salah satu langkah yang mungkin diambil adalah mengaktifkan kembali tabung peluncur rudal di kapal selam kelas Ohio milik Angkatan Laut AS yang sebelumnya dibatasi oleh perjanjian. Langkah itu memungkinkan AS menyiagakan rudal balistik kapal selam.

Baca Juga  Peluang Bisnis Kuliner di Petals Taman Rasa

Beberapa pakar menilai kebijakan itu bertujuan menekan Rusia dan China agar bersedia bernegosiasi dalam perjanjian baru untuk pengendalian senjata. Pakar lain memperingatkan langkah AS itu bisa memicu perlombaan persenjataan yang lebih luas.

Trump telah menyerukan dimulainya kembali uji coba nuklir yang disebutnya “setara” dengan yang dilakukan Rusia dan China. DiNanno bahkan menduga kedua negara itu telah melakukan uji coba nuklir berskala kecil yang sulit terdeteksi.

Sumber: Anadolu

 

 

Berita Terkait

Serap Aspirasi Masyarakat Sukadiri, Konstituen Harap Api Perjuangan H. Wawan Sumarwan Tak Pernah Padam
Pemkot Bekasi Studi Tiru Olah Sampah Jadi Listrik Ke China
Bupati Tangerang Dukung Penuh Rencana Pembangunan Klinik Jantung di Kabupaten Tangerang
Carut-marut Penyaluran Bansos, H. Wawan Sumarwan Minta Bupati Tangerang Evaluasi Dinas Sosial
DPR Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan Di Bandung
Turun ke Akar Rumput, H. Wawan Sumarwan Serap Aspirasi Masyarakat Dapil 2
Indonesia Dorong Kemitraan Yang Lebih Seimbang Dengan China
Menteri Imipas Dorong Pemanfaatan Lahan Idle, Lapas Brebes Siapkan Langkah Strategis

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:06 WIB

Serap Aspirasi Masyarakat Sukadiri, Konstituen Harap Api Perjuangan H. Wawan Sumarwan Tak Pernah Padam

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:41 WIB

Pemkot Bekasi Studi Tiru Olah Sampah Jadi Listrik Ke China

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:23 WIB

Bupati Tangerang Dukung Penuh Rencana Pembangunan Klinik Jantung di Kabupaten Tangerang

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:50 WIB

DPR Dorong Pengusutan Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan Di Bandung

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:03 WIB

Turun ke Akar Rumput, H. Wawan Sumarwan Serap Aspirasi Masyarakat Dapil 2

Berita Terbaru

Berita

Pemkot Bekasi Studi Tiru Olah Sampah Jadi Listrik Ke China

Jumat, 26 Jun 2026 - 15:41 WIB