Bawaslu Kabupaten Tangerang diskusi program Ngabuburit pengawasan (dok/Gass)
TIGARAKSA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tangerang kembali meluncurkan program edukatif bertajuk “Ngabuburit Pengawasan” untuk mengisi bulan suci Ramadan 1447 H. Jum’at (6/3/26) Program ini dirancang sebagai sarana sosialisasi pengawasan partisipatif yang dikemas secara santai namun berbobot bagi masyarakat.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026 yang dikeluarkan oleh Bawaslu RI mengenai pelaksanaan kegiatan Ngabuburit Pengawasan secara nasional untuk memperkuat struktur kelembagaan di seluruh daerah.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang, Muslik, memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat integritas pengawasan dan menjaga semangat demokrasi, bahkan di luar tahapan pemilu yang padat.
”Poin-Poin Utama Kegiatan yakni
Penguatan Internal, Meneguhkan kembali semangat (spirit) kelembagaan bagi seluruh jajaran pengawas di tingkat kabupaten hingga kecamatan agar tetap solid dan profesional, “ujar Muslik.
Sementara itu, Narasumber Bawaslu Provinsi Banten, Sumantri, menyampaikan program ini bertujuan untuk mengisi waktu produktif menjelang berbuka puasa dengan penguatan spirit kelembagaan dan pengawasan partisipatif.
”Bawaslu Banten menekankan bahwa penguatan lembaga tidak hanya menjadi tugas internal, tetapi juga harus lahir dari sinergi bersama dunia akademik dan masyarakat luas.” ujar Sumantri.
Dalam materinya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat pengawasan meskipun saat ini sedang berada di masa non-tahapan pemilu.
”Penguatan spirit kelembagaan melalui pendekatan edukatif dan dialogis sangat penting untuk merawat demokrasi yang berkualitas,” pungkas Sumantri.
Sementara, Kordiv pencegahan Bawaslu Kabupaten Tangerang Ikbal Al Ambari , menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mendekatkan lembaga pengawas pemilu dengan masyarakat dalam suasana yang lebih santai namun tetap sarat makna.
”Program Ngabuburit Pengawasan ini adalah cara kami menjemput bola, menyerap aspirasi, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga integritas demokrasi meski di masa non-tahapan atau persiapan tahapan berikutnya,” ujar Ikbal dalam pemaparannya.






