Bupati Tangerang Resmikan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meresmikan 110 unit rumah layak huni bagi masyarakat nelayan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Habitat for Humanity, koperasi, Komida, serta para donatur lainnya. Peresmian tersebut dilaksanakan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Jumat (13/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan 110 unit rumah sehat dan layak huni yang kini telah ditempati masyarakat nelayan.

“Alhamdulillah hari ini, kami dari pemerintah daerah bersama Habitat, koperasi, Komida dan para donatur meresmikan pembangunan rumah layak huni sebanyak 110 unit yang sudah ditempati masyarakat nelayan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan 110 unit rumah tersebut telah dimulai sejak 2024 dan diperuntukkan bagi nelayan yang sebelumnya tidak memiliki tanah maupun hunian tetap. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kini para nelayan memiliki rumah yang sehat, aman, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.

Baca Juga  BRI KC Balaraja Rayakan HUT BRI ke-130 dengan Potong Tumpeng Bersama Insan BRILiaN

Selain pembangunan rumah, Pemkab Tangerang juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti penyediaan air bersih, pembangunan jalan beton dan paving lingkungan, balai warga, serta Posyandu untuk pelayanan kesehatan.

“Ke depan, pemerintah daerah juga akan membangun penerangan jalan umum (PJU) serta merancang sarana pendidikan apabila jumlah penduduk terus bertambah,” imbuhnya

Berikutnya, Pemkab Tangerang juga turut memberikan dukungan melalui program pemberdayaan ekonomi berupa bantuan alat tangkap ikan, cool box, dan sarana penunjang lainnya untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

“Pemerintah juga mendorong para istri nelayan untuk mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan keluarga,” tandasnya

Dia juga menandaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan program-program yang berpihak kepada masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, koperasi, dan para donatur juga menjadi kunci terwujudnya program yang bermanfaat kepada masyarakat, salah satunya seperti revitalisasi rumah nelayan.

“Kami turut senang melihat warga begitu gembira. Mereka kini punya rumah, punya tanah, dan punya aktivitas usaha. Inilah kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga  BRI BO Serang Gelar Sosialisasi Produk BRI Bersama PWRI Banten

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa program revitalisasi rumah nelayan tersebut merupakan kolaborasi multipihak yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan berpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian layak, akses kepemilikan lahan, serta pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang lingkungan sehat dan aman.

“Sebanyak kurang lebih 110 keluarga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi tidak layak huni dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan fasilitas dasar lainnya. Kini telah menempati rumah yang lebih aman dan tertata. Selain pembangunan rumah, kawasan ini juga dilengkapi jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, fasilitas umum, dan ruang komunal,” jelasnya

Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, khususnya akan kepastian hunian yang sehat, aman dan nyaman. Pihaknya merasa bangga dan sangat bersyukur bisa mewujudkan keinginan masyarakat nelayan Tanjung Kait.

Baca Juga  Utamakan Keselamatan Nasabah, Petugas Security BRI KC Cilegon Siap Bantu Penyeberangan dengan Aman

“Melihat keluarga-keluarga di Tanjung Kait kini memiliki rumah yang aman dan kepastian tempat tinggal adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami berharap revitalisasi ini menjadi fondasi yang kuat bagi masyarakat untuk terus berkembang menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Salah satu warga penerima manfaat, Sutrisno, nelayan Kampung Tanjung Kait, mengaku bersyukur dan terharu karena kini keluarganya memiliki rumah yang layak dan nyaman ditempati.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang sudah membantu. Dulu kami tinggal di rumah yang sangat sederhana, sekarang alhamdulillah sudah punya rumah yang nyaman dan aman untuk keluarga,” ucapnya haru

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, baik dari sisi tempat tinggal maupun penghasilan.

“Kami juga senang karena ada bantuan alat tangkap dan fasilitas lainnya. Mudah-mudahan hasil melaut kami bisa lebih baik dan kehidupan keluarga kami semakin sejahtera,” pungkasnya. (GASS)

Berita Terkait

Luki & Tika Bagaikan Raja dan Ratu, Putra Bungsu Veraliyanti Resmi Menikah
Guru Besar UI Kembangkan Metode “Sintesa Hijau”
Reses di Desa Cikasungka, Anggota DPRD Fraksi Golkar, M. Nur Rojab Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat ‎
Gunung Semeru Erupsi Sabtu Pagi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 6 km
Jelang Imlek, harga daging sapi stabil di Jakarta Selatan
Wujudkan Indonesia Asri, Sinergitas TNI-Polri Kompak Bersihkan Pantai Randusanga Indah
Babinsa Cikuya Dampingi Posyandu Balita, Wujud Nyata Dukungan TNI Ciptakan Generasi Sehat
Stabilisasi Harga Pangan Jelang Ramadan, Pemkab Brebes Gelar Pasar Murah

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:25 WIB

Bupati Tangerang Resmikan 110 Rumah Nelayan di Tanjung Kait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:12 WIB

Luki & Tika Bagaikan Raja dan Ratu, Putra Bungsu Veraliyanti Resmi Menikah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:14 WIB

Guru Besar UI Kembangkan Metode “Sintesa Hijau”

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:26 WIB

Reses di Desa Cikasungka, Anggota DPRD Fraksi Golkar, M. Nur Rojab Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat ‎

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:47 WIB

Gunung Semeru Erupsi Sabtu Pagi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 6 km

Berita Terbaru

Berita

Guru Besar UI Kembangkan Metode “Sintesa Hijau”

Sabtu, 14 Feb 2026 - 19:14 WIB