China Larang Perusahaan Teknologi Beli Chip AI Dari Nvidia

Kamis, 18 September 2025 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Administrasi Ruang Siber China melarang perusahaan-perusahaan teknologi domestik membeli chip kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bikinan Nvidia, perusahaan teknologi yang bermarkas di California, Amerika Serikat.

Menurut laporan Financial Times yang dikutip oleh TechCrunch pada Rabu (17/9), Cyberspace Administration of China (CAC) juga menginstruksikan perusahaan teknologi seperti ByteDance dan Alibaba untuk berhenti menguji dan memesan server RTX Pro 6000D, perangkat Nvidia yang dirancang khusus untuk pasar China.

Pemerintah China pada akhir Agustus 2025 telah meminta perusahaan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada chip buatan perusahaan asing dan beralih ke produk buatan dalam negeri.

Baca Juga  BRI BO Serang Gelar Sosialisasi Produk BRI Bersama PWRI Banten

Pelarangan pembelian chip AI dari Nvidia diperkirakan berdampak besar terhadap ekosistem teknologi di China.

Meski Huawei dan Alibaba telah merancang chip AI sendiri, Nvidia hingga kini masih menjadi pemimpin pasar global dan chip buatannya diakui sebagai salah satu yang tercanggih di pasaran.

CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah China.

“Kami hanya bisa melayani pasar jika suatu negara menginginkan kami,” kata Huang.

“Saya kecewa dengan apa yang terjadi, tetapi mereka memiliki agenda besar yang harus diselesaikan antara China dan Amerika Serikat. Dan saya bersabar. Kami akan terus mendukung pemerintah dan perusahaan China sesuai keinginan mereka,” ia melanjutkan.

Baca Juga  Perempuan Berisiko Kehilangan Pekerjaan Akibat AI

Langkah pemerintah China menambah tekanan terhadap Nvidia.

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada April 2025 mewajibkan perusahaan-perusahaan semikonduktor, termasuk Nvidia, untuk memenuhi persyaratan lisensi khusus jika ingin menjual chip AI ke China.

Dalam laporan pendapatan kuartal pertama Nvidia, Huang menyampaikan bahwa Nvidia bisa kehilangan pendapatan hingga 8 miliar dolar AS pada kuartal kedua karena tidak bisa menjual chip H20 di China.

Baca Juga  BRI BO BSD Gelar Sosialisasi Employee Benefit Bersama BRMP Mektan

Pada Juni, Nvidia menyatakan tidak akan memasukkan China ke dalam proyeksi keuntungan karena pasar tersebut pada dasarnya tertutup.

Pemerintah Amerika Serikat pada Agustus sempat melonggarkan aturan dengan kembali mengizinkan penjualan chip ke China dengan syarat 15 persen dari hasil penjualan chip di China harus disetor ke pemerintah Amerika Serikat.

Namun hingga laporan keuangan terbarunya Nvidia belum menjual chip di China dengan skema tersebut karena implementasi kebijakan Trump berjalan lambat.

Berita Terkait

Transjakarta Serahkan Penumpang Yang Masturbasi Di Bus Ke Polisi
BNPB kebut 711 huntara banjir Aceh Utara rampung jelang Ramadhan
Taman Nasional Way Kambas Di Tutup Sementara Untuk Wisata
Senegal Melaju Ke Final Usai Kalahkan Mesir 1-0
Maroko Melangkah Ke final Setelah Kalahkan Nigeria Lewat Adu Penalti
Aktivis Banten : Pembakaran Limbah B3 di Ranca Kebo Diduga Dibekingi Oknum Desa dan Kecamatan
BPOM Instruksikan Nestlé Stop Sementara Distribusi Formula Bayi
Lapas Brebes Tingkatkan Pengawasan Pengunjung: Stempel dan Identitas Dicek Ketat di P2U
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:44 WIB

Transjakarta Serahkan Penumpang Yang Masturbasi Di Bus Ke Polisi

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:19 WIB

BNPB kebut 711 huntara banjir Aceh Utara rampung jelang Ramadhan

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:17 WIB

Taman Nasional Way Kambas Di Tutup Sementara Untuk Wisata

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:36 WIB

Senegal Melaju Ke Final Usai Kalahkan Mesir 1-0

Kamis, 15 Januari 2026 - 05:32 WIB

Maroko Melangkah Ke final Setelah Kalahkan Nigeria Lewat Adu Penalti

Berita Terbaru

Berita

Taman Nasional Way Kambas Di Tutup Sementara Untuk Wisata

Jumat, 16 Jan 2026 - 07:17 WIB