Industri Pelumas Bakal Terdampak Akibat Perang AS, Israel dan Iran

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lensabumi.com – PT Motul Indonesia Energy (MIE) memberi sinyal bahwa perang antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran memberikan dampak negatif terhadap industri pelumas yang ada di Tanah Air.

Managing Director PT Motul Indonesia Energy (MIE), Welmart Purba mengatakan bahwa pasokan pelumas yang masih kebanyakan impor dari luar Indonesia dapat mengakibatkan naiknya harga pelumas itu sendiri.

“Kalau produksi-produksi dalam konteks ini adalah lubricant, itu additive, base oil, kita kan impor sebenarnya. Lihat saja pemerintah sudah kasih sinyal bahwa mereka akan menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak). Nah, jadi itu yang akan sangat berdampak langsung ke kita,” kata Welmart Purba pada Rabu (4/3).

Baca Juga  Jelang Operasi Ketupat Maung 2026, Kapolresta Tangerang Cek Kesiapan Kendaraan Dinas

Dampak buruk dari perang ini untuk pasar pelumas di Indonesia ini diyakini oleh dia, tidak terjadi secara langsung. Menurut dia, dampak ini bakal terasa ketika pada saat memasuki fase minggu kedua atau ketiga.

Dampak kenaikan ini dikarenakan Iran telah menutup Selat Hormuz yang menjadi lintasan penting barang-barang impor dari berbagai belahan dunia. Lintasan ini dianggap begitu penting, karena 20-30 persen pasokan minyak dunia melintasi jalur ini.

Baca Juga  Rekomendasi Wisata Ramah Anak untuk Liburan Akhir Tahun 2025

Welmart melanjutkan bahwa ketika lintasan yang biasa dilalui itu ditutup, pasokan bahan-bahan vital yang dibutuhkan oleh pelumas tersebut harus menggunakan jalur lain yang cukup jauh dan memiliki biaya yang cukup tinggi.

“Banyak raw material kita itu impor. Base oil-nya kita impor, aditif juga impor. Berarti, otomatis kalau supply-nya terganggu, rute logistiknya makin jauh dan otomatis harga pasti akan naik,” ujar dia.

“Tapi sampai saat ini, kita belum memutuskan apa responnya kita terhadap situasi ini. Jadi, ya kalau memang secara finansial kita bisa menahan ini dengan lihat 4 minggu, 5 minggu ke depan,” tambah dia.

Baca Juga  Muscab PHRI Jawa Tengah digelar di Brebes

Di Indonesia sendiri, meski Motul memiliki harga yang cukup tinggi, jenama ini mendapatkan respons yang cukup baik sepanjang tahun 2025 lalu.

Welmart mengabarkan bahwa pertumbuhan Motul di Indonesia mencapai 30 persen setiap tahunnya.

Bahkan, pada awal tahun ini, Motul Indonesia menjadi pasar yang cukup positif di Asia-Pasifik yang menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan penjualan terbesar di bawah Vietnam.

Berita Terkait

Gelar Bimtek, MUI Kabupaten Tangerang Harap Khitobah Inovatif serta Moderat dalam Berdakwah 
ALMAST Desak Pemkab Tangerang Segera Terbitkan Regulasi Penataan Kabel Optik yang Semrawut
Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Disesuaikan, Bahlil: Tergantung Minyak Dunia
Jembatan Dibangun, 1.000 Pohon Ditanam: Polresta Tangerang Dorong Konektivitas dan Ketahanan Pangan untuk Masyarakat
Tingkatkan Kualitas Dakwah, MUI Kabupaten Tangerang Gelar Bimtek Khotib Profesional dan Inovatif
GMNI Desak BPN Kabupaten Tangerang Pecat KJSB Gogo Martondi : Jangan Biarkan Dugaan Pungli Berkedok Jasa Profesional Menghisap Rakyat
Wabup Intan Tegaskan Pentingnya Kedisiplinan Sebagai Fondasi Tingkatkan Pelayanan Publik
BKPSDM Tegaskan Sanksi Berat Bagi ASN yang Terus-Menerus Mangkir Apel Pagi, Penurunan Pangkat Menanti

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:13 WIB

Gelar Bimtek, MUI Kabupaten Tangerang Harap Khitobah Inovatif serta Moderat dalam Berdakwah 

Selasa, 21 April 2026 - 15:22 WIB

ALMAST Desak Pemkab Tangerang Segera Terbitkan Regulasi Penataan Kabel Optik yang Semrawut

Selasa, 21 April 2026 - 13:15 WIB

Jembatan Dibangun, 1.000 Pohon Ditanam: Polresta Tangerang Dorong Konektivitas dan Ketahanan Pangan untuk Masyarakat

Selasa, 21 April 2026 - 13:04 WIB

Tingkatkan Kualitas Dakwah, MUI Kabupaten Tangerang Gelar Bimtek Khotib Profesional dan Inovatif

Senin, 20 April 2026 - 18:01 WIB

GMNI Desak BPN Kabupaten Tangerang Pecat KJSB Gogo Martondi : Jangan Biarkan Dugaan Pungli Berkedok Jasa Profesional Menghisap Rakyat

Berita Terbaru

Kepala Puskesmas Tanjung, Hero Irawan (tengah), berfoto bersama peserta usai kegiatan penyuluhan Tuberkulosis (TBC) anak dalam rangka peringatan Hari Kartini di Aula Puskesmas Tanjung, Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas Puskes Tanjung

Daerah

Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:25 WIB

Petugas Lapas Brebes menandatangani ikrar deklarasi zero handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar) di Aula Dr. Sahardjo Lapas Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas

Daerah

Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 Apr 2026 - 16:27 WIB