Gerhana Bulan Fenomena Langit dan Mitos Mengerikan yang Menyelimutinya

Senin, 8 September 2025 - 04:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensabumi.com – Gerhana bulan adalah salah satu fenomena alam paling menakjubkan yang terjadi saat Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam satu garis lurus, menyebabkan bayangan Bumi menutupi Bulan. Namun, di balik keindahan dan keunikan fenomena astronomi ini, tersimpan berbagai mitos dan legenda mengerikan yang telah diwariskan secara turun-temurun di berbagai budaya.

Mitos Naga dan Monster Pemakan Bulan

Salah satu mitos yang paling terkenal di seluruh dunia adalah keyakinan bahwa gerhana bulan terjadi karena Bulan dimakan oleh makhluk jahat. Di banyak budaya Asia, termasuk Tiongkok dan India, gerhana bulan dianggap sebagai pertanda buruk karena Bulan sedang diserang oleh naga atau monster raksasa.

  • Tiongkok: Gerhana bulan dipercaya disebabkan oleh seekor naga langit yang mencoba menelan Bulan. Untuk mengusir naga tersebut, masyarakat akan membuat keributan dengan memukul-mukul panci, wajan, atau gendang.
  • India: Dalam mitologi Hindu, gerhana bulan terjadi saat iblis Rahu dan Ketu menelan Bulan. Kedua iblis ini diyakini haus akan keabadian, dan menelan Bulan serta Matahari adalah cara mereka untuk mengonsumsi nektar abadi.
Baca Juga  Brebes Siaga Kemarau! Ancaman Kekeringan dan Karhutla

Mitos Makhluk Gaib dan Pertanda Buruk

Di berbagai belahan dunia, gerhana bulan juga dihubungkan dengan makhluk-makhluk gaib dan pertanda bencana.

  • Suku Inca: Suku kuno ini percaya bahwa gerhana bulan disebabkan oleh seekor puma ganas yang menyerang Bulan. Untuk mengusir puma tersebut, mereka akan membuat kegaduhan, melempar batu, dan bahkan memukuli anjing agar lolongan anjing dapat menakuti hewan buas itu.
  • Suku Mesopotamia: Bangsa Babilonia kuno menganggap gerhana bulan sebagai pertanda buruk yang ditujukan kepada raja. Untuk mengelabui takdir, mereka akan menunjuk “raja pengganti” untuk sementara waktu hingga gerhana berakhir, dengan harapan takdir buruk akan menimpa raja palsu tersebut.
Baca Juga  Banjir Rendam Kawasan Cisereh, Air Diduga Tercemar Limbah Oli PT. ACML, DPC Lembaga Satu Bumi Satu Negri Kabupaten Tangerang, Ilham Candra Prima Desak Pemerintah Beri Tindakan Tegas

Mitos di Indonesia: Bulan Dimakan Batara Kala

Di Indonesia, gerhana bulan juga tidak luput dari mitos. Salah satu yang paling dikenal adalah legenda Batara Kala, raksasa jahat dalam mitologi Jawa. Kisahnya, Batara Kala yang merasa tidak puas karena tidak diundang dalam jamuan para dewa, mencuri air suci Tirta Amerta. Namun, tindakannya diketahui oleh Dewa Wisnu, yang kemudian memenggal kepala Batara Kala.

Baca Juga  Banjir-longsor terjang Bandung Barat, tujuh meninggal & ratusan hilang

Saat kepala Batara Kala jatuh ke Bumi, ia seringkali merasa lapar dan dendam. Gerhana bulan dipercaya terjadi saat Batara Kala mencoba membalas dendam dengan menelan Bulan. Masyarakat kemudian melakukan ritual seperti memukul kentongan dan memanjatkan doa-doa agar Batara Kala memuntahkan kembali Bulan.

Meskipun ilmu pengetahuan modern telah menjelaskan gerhana bulan sebagai fenomena alami yang aman, mitos-mitos ini tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang menarik dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Berita Terkait

BARAKALLAH FII UMRIK H. WAWAN SUMARWAN, S.H (06-06-2026)
Ubah Citra Bertani Jadi Keren, Kabupaten Tangerang Gencarkan Sistem Integrated Farming
Kurang dari 24 Jam, Polresta Tangerang Ungkap Tawuran yang Tewaskan Satu Pelajar di Sindang Jaya
Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika
BPOM Hentikan Peredaran Online Kosmetik Impor Ilegal
Tangis Haru Warga Sridadi Pecah Saat Peluk Bupati Brebes Terima Bantuan Bencana
Benteng Hijau untuk Randusanga Kulon, 3.700 Mangrove Ditanam Cegah Abrasi
CORE Nilai Faktor Cuaca Dan Logistik Picu Fluktuasi Harga Cabai

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:52 WIB

BARAKALLAH FII UMRIK H. WAWAN SUMARWAN, S.H (06-06-2026)

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:36 WIB

Ubah Citra Bertani Jadi Keren, Kabupaten Tangerang Gencarkan Sistem Integrated Farming

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:15 WIB

Kurang dari 24 Jam, Polresta Tangerang Ungkap Tawuran yang Tewaskan Satu Pelajar di Sindang Jaya

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:58 WIB

Polda Jateng Gagalkan Peredaran 1,5 Kilogram Sabu, Ribuan Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkotika

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:55 WIB

BPOM Hentikan Peredaran Online Kosmetik Impor Ilegal

Berita Terbaru

Berita

BARAKALLAH FII UMRIK H. WAWAN SUMARWAN, S.H (06-06-2026)

Sabtu, 6 Jun 2026 - 07:52 WIB

Berita

BPOM Hentikan Peredaran Online Kosmetik Impor Ilegal

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:55 WIB