Mencari Solusi Tangani Limbah Cangkang di Pesisir Jakarta

Jumat, 9 Januari 2026 - 06:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Etty Riani, Guru Besar Ekotoksikologi IPB University mengatakan, selain ekologi, sampah kerang hijau mengancam kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Pasalnya, panas matahari dan reaksi kimia air laut akan menyebabkan cangkang kerang terurai oleh mikroorganisme.

“Seiring waktu, cangkang akan terdegradasi, melapuk, dan melepaskan berbagai senyawa anorganik ke lingkungan,” katanya.

Kendati proses itu berlangsung alamiah, katanya, pelepasan bahan anorganik atau nutrien terjadi dalam jumlah berlebihan akan memengaruhi banyak faktor. Salah satunya, penurunan kualitas air laut.  Juga bisa memicu ledakan pertumbuhan fitoplankton (eutrofikasi).

Baca Juga  HAKIM AD HOC SIAP MOGOK, TUNJANGAN TAK NAIK SEJAK 2013

Ketika itu terjadi secara terus menerus, lanjut Etty, dapat memicu kematian berbagai biota air, bahkan kematian massal. Pasalnya, fitoplankton membutuhkan oksigen untuk dua proses sekaligus, yakni, untuk respirasi dan  proses penguraian bahan organik.

Alasan itu pula, ketika  malam hari kadar oksigen yang terlarut dalam air akan turun drastis.

Walau belum ada kajian tentang kerang atau ikan bisa mengontaminasi bakteri patogen, Etty meyakini timbunan cangkang akan memicu munculnya vektor penyakit. Hal itu, karena tumpukan limbah biasa akan menjadi sarang lalat, parasit, dan patogen lain yang bisa mengganggu kesehatan.

Baca Juga  Semarak HUT Ke-81 RI Desa Gembong, Wakil Bupati Intan Ajak Wagar Isi kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong

“Cangkang kerang hijau tidak boleh ditimbun begitu saja di wilayah pesisir. Harus ada lokasi khusus untuk menampung limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan maupun menjadi sumber penyakit,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar  tidak memanfaatkan cangkang kerang hijau sebagai sumber makanan, pakan biota, atau pupuk. Karena cangkang kerang jamak mengandung logam berat jadi  perlu intervensi teknologi sebelum memanfaatkannya.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis di Pandeglang Disorot, Legalitas Dapur SPPG dan Kelayakan Menu Dipertanyakan

Berita Terkait

Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Dua RDP : Soroti Sengketa Tanah, PTSL dan Minta Bapenda Lakukan Pembenahan
Soroti Lambatnya Pengurusan PTSL di BPN, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Imam Sucipto Kawal Ketat Aspirasi Warga Sukabakti
Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Fasilitasi RDP Soal Sengketa Tanah di Gembong dan PTSL Warga Sukabakti
Pasangan Kekasih Yang Membuang Bayi di Tamansari Ditangkap Polisi
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Buka Seleksi Entrepreneur Hub 2026
Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Pemkab Tangerang Tuntaskan Program Aspontren dan Sanitren
Pemkab Tangerang Luncurkan Beasiswa Madrasah Gemilang
Aksi Nyata DPC PKB Kab. Tangerang: Bagikan 10.000 Masker Gratis untuk Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:25 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Gelar Dua RDP : Soroti Sengketa Tanah, PTSL dan Minta Bapenda Lakukan Pembenahan

Rabu, 9 September 2026 - 20:31 WIB

Soroti Lambatnya Pengurusan PTSL di BPN, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Imam Sucipto Kawal Ketat Aspirasi Warga Sukabakti

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Fasilitasi RDP Soal Sengketa Tanah di Gembong dan PTSL Warga Sukabakti

Rabu, 9 September 2026 - 18:24 WIB

Pasangan Kekasih Yang Membuang Bayi di Tamansari Ditangkap Polisi

Rabu, 9 September 2026 - 15:47 WIB

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Buka Seleksi Entrepreneur Hub 2026

Berita Terbaru