Proyek Sekolah Rakyat Brebes Rp200 Miliar Tersendat Akses, SD Ditarget Rampung Juni 2026

Selasa, 21 April 2026 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Imam Baihaqi mendampingi petugas dari kementrian PU RI saat meninjau pembangunan sekolah rakyat. Foto: doc Dinsos

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Imam Baihaqi mendampingi petugas dari kementrian PU RI saat meninjau pembangunan sekolah rakyat. Foto: doc Dinsos

Brebes, Lensabumi.com – Pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp200 miliar di Kabupaten Brebes terus dipercepat. Pemerintah menargetkan satu lokal Sekolah Dasar (SD) lengkap dengan asrama dan dapur dapat rampung pada Juni 2026 untuk mendukung penerimaan siswa baru.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Imam Baihaqi, mengatakan fokus pembangunan saat ini diarahkan pada penyelesaian jenjang SD terlebih dahulu. Adapun pembangunan untuk jenjang SMP dan SMA akan dilanjutkan secara bertahap setelah tahap awal selesai.

“Dari Kementerian PU menyampaikan fokus saat ini adalah menyelesaikan satu lokal SD terlebih dahulu. Harapannya pada tahun ajaran baru bulan Juni sudah bisa digunakan, meskipun baru untuk jenjang SD,” kata Imam saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga  Aksi Pencurian Minimarket di Pantura Brebes, Terekam CCTV

Menurut Imam, pembangunan proyek tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Setelah rampung, pengelolaan akan diserahkan kepada Kementerian Sosial.

“Untuk anggarannya sekitar Rp200 miliaran. Progresnya ditangani langsung oleh Kementerian PU. Setelah selesai nanti diserahkan ke Kemensos,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek yang berlokasi di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, di atas lahan seluas 8 hektare itu sempat mengalami keterlambatan. Salah satu kendala utama adalah akses jembatan menuju lokasi yang hanya memiliki lebar sekitar 3 meter sehingga tidak dapat dilalui kendaraan besar pengangkut material.

Baca Juga  Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Cek Langsung Fasilitas Siswa

“Dari keterangan tim Kementerian PU, ada hambatan distribusi material karena akses jembatan yang sempit,” katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sejak 1 April 2026 metode pembangunan diubah. Material bangunan kini dipabrikasi di sisi sebelum jembatan, lalu diangkut menggunakan kendaraan kecil menuju lokasi proyek.

Imam berharap strategi baru ini dapat mempercepat progres pembangunan yang sebelumnya terhambat. Meski demikian, penyelesaian seluruh jenjang pendidikan secara bersamaan diperkirakan belum dapat tercapai dalam waktu dekat.

Baca Juga  DPRD Komisi 1 Sukses Perjuangkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Ia menambahkan, setelah pembangunan selesai dan diserahkan ke Kementerian Sosial, pemerintah daerah akan mengusulkan calon siswa yang memenuhi syarat.

“Tugas kami nantinya mengusulkan siswa yang memenuhi syarat. Penentuan jumlah siswa yang diterima menjadi kewenangan Kementerian Sosial,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Brebes berharap kehadiran Sekolah Rakyat ini dapat memperluas akses pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang selama ini masih terbatas sarana dan prasarana pendidikannya.

Berita Terkait

GMNI DESAK BUPATI TANGERANG TUTUP 126  DIDUGA HANYA KANTONGI IZIN RESTO, TAPI HIBURAN MALAM SUDAH BERJALAN
Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak
Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar
Gelar Bimtek, MUI Kabupaten Tangerang Harap Khitobah Inovatif serta Moderat dalam Berdakwah 
ALMAST Desak Pemkab Tangerang Segera Terbitkan Regulasi Penataan Kabel Optik yang Semrawut
Jembatan Dibangun, 1.000 Pohon Ditanam: Polresta Tangerang Dorong Konektivitas dan Ketahanan Pangan untuk Masyarakat
Tingkatkan Kualitas Dakwah, MUI Kabupaten Tangerang Gelar Bimtek Khotib Profesional dan Inovatif
14 Kades PAW Resmi Dilantik, Bupati Paramitha: Tingkatkan Profesionalitas dan Layanan Publik

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:40 WIB

GMNI DESAK BUPATI TANGERANG TUTUP 126  DIDUGA HANYA KANTONGI IZIN RESTO, TAPI HIBURAN MALAM SUDAH BERJALAN

Selasa, 21 April 2026 - 17:25 WIB

Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Selasa, 21 April 2026 - 17:20 WIB

Proyek Sekolah Rakyat Brebes Rp200 Miliar Tersendat Akses, SD Ditarget Rampung Juni 2026

Selasa, 21 April 2026 - 16:27 WIB

Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 April 2026 - 15:22 WIB

ALMAST Desak Pemkab Tangerang Segera Terbitkan Regulasi Penataan Kabel Optik yang Semrawut

Berita Terbaru

Kepala Puskesmas Tanjung, Hero Irawan (tengah), berfoto bersama peserta usai kegiatan penyuluhan Tuberkulosis (TBC) anak dalam rangka peringatan Hari Kartini di Aula Puskesmas Tanjung, Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas Puskes Tanjung

Daerah

Puskesmas Tanjung Brebes Gelar Penyuluhan TBC Anak

Selasa, 21 Apr 2026 - 17:25 WIB

Petugas Lapas Brebes menandatangani ikrar deklarasi zero handphone, pungutan liar, dan narkoba (halinar) di Aula Dr. Sahardjo Lapas Brebes, Selasa (21/4/2026). Foto: doc humas

Daerah

Lapas Brebes Perkuat Integritas Lewat Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 Apr 2026 - 16:27 WIB