Brebes, Lensabumi.com – Komitmen memberikan pelayanan yang berkualitas kepada Warga Binaan terus diwujudkan oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes. Sebagai bentuk nyata pemenuhan hak atas kesehatan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Brebes melaksanakan kegiatan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile dan pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (17/06), bertempat di Klinik Lapas Brebes.
Kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari kerja sama layanan kesehatan antara Lapas Kelas IIB Brebes dengan UOBF Puskesmas Brebes. Tidak hanya menjadi agenda pemeriksaan rutin, kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memastikan setiap Warga Binaan memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak, setara, dan berkelanjutan.
Sebanyak 25 Warga Binaan mengikuti pemeriksaan yang dilaksanakan oleh Petugas Klinik Lapas Brebes bersama Tim Voluntary Counseling and Testing (VCT) UOBF Puskesmas Brebes. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan aspek kerahasiaan, ketelitian, dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIB Brebes, Mudo Mulyanto menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan di dalam Lapas. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menjamin hak-hak dasar Warga Binaan, termasuk hak memperoleh layanan kesehatan yang optimal.
“Pelayanan kesehatan yang kami berikan bukan hanya untuk mengobati, tetapi juga untuk mencegah. Melalui deteksi dini HIV-AIDS dan IMS, kami ingin memastikan kondisi kesehatan Warga Binaan terpantau dengan baik sehingga risiko penyebaran penyakit dapat dicegah sedini mungkin. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh Warga Binaan,” ujarnya.
Pelaksanaan skrining HIV-AIDS dan IMS memiliki dampak penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat.
Sementara itu, perwakilan Tim VCT UOBF Puskesmas Brebes, Auliya Eriza menyampaikan bahwa pemeriksaan HIV-AIDS dan IMS merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini penyakit menular, sehingga penanganan dan tindak lanjut dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai standar kesehatan.
“Deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Melalui kegiatan skrining ini, kami ingin memastikan Warga Binaan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang setara serta meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan demikian, potensi risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan dan kondisi kesehatan dapat dipantau sejak dini,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Lapas Brebes terus bertransformasi menghadirkan layanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan Warga Binaan. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Pemasyarakatan modern yang menempatkan kesehatan sebagai salah satu fondasi utama keberhasilan pembinaan.
Pelayanan kesehatan yang kuat tidak hanya berdampak pada kualitas hidup Warga Binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi bekal penting dalam mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih sehat, mandiri, dan siap berkontribusi secara positif.






