Brebes, Lensabumi.com – Mengawali masa kepemimpinannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes, Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto,memberikan arahan perdana kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) usai resmi pimpin sebagai Kepala Lapas Brebes. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan blok hunian Lapas Brebes bersama Pejabat Manajerial dan diikuti seluruh Warga Binaan dengan pengawalan petugas pengamanan dalam suasana tertib dan kondusif, Sabtu (9/5).
Dalam kegiatan tersebut, Kalapas Mudo Mulyanto sebagai bentuk penguatan sinergi dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, humanis, dan berintegritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026.
Dalam arahannya, Mudo Mulyanto menegaskan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kesadaran seluruh Warga Binaan untuk menaati aturan dan mengikuti program pembinaan secara optimal. Kalapas juga menyampaikan arahan dan instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait penguatan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan, termasuk komitmen pemberantasan handphone ilegal, narkoba, dan penipuan berbagai bentuk pelanggaran lainnya melalui implementasi Ikrar Pemasyarakatan Bersih.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga Lapas Brebes tetap aman dan kondusif. Ikuti aturan yang berlaku serta manfaatkan program pembinaan sebagai bekal untuk kembali dan diterima dengan baik di masyarakat,” tegas Mudo di hadapan para Warga Binaan.
Selain penguatan keamanan, Mudo Mulyanto menegaskan komitmen dalam pelaksanaan inovasi unggulan Lapas Brebes, yakni SILATIGA, sebagai bagian dari strategi pembangunan Zona Integritas menuju WBBM Tahun 2026.
Hal ini diperkuat Kasubag Tata Usaha, Ayu Irfana Pramesti yang juga selaku Ketua Zona Integritas Lapas Brebes menyampaikan Inovasi tersebut menjadi bentuk transformasi pelayanan yang mengedepankan kemudahan akses layanan, transparansi, percepatan pelayanan publik, serta penguatan pembinaan bagi Warga Binaan dan masyarakat.
“Inovasi SILATIGA menjadi komitmen Lapas Brebes dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun Warga Binaan,” ujar Ayu.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Brebes, M. Ziun, turut menyampaikan penguatan terkait inovasi E-TROLING sebagai sistem kontrol dan monitoring pengamanan yang diterapkan di lingkungan Lapas Brebes.
Menurutnya, inovasi E-TROLING menjadi sarana pengawasan yang memastikan seluruh jajaran pengamanan melaksanakan tugas kontrol keliling sesuai standar operasional prosedur, sehingga kondisi Warga Binaan tetap terpantau dan situasi Lapas senantiasa aman serta kondusif.
“Melalui E-TROLING, pelaksanaan kontrol pengamanan dapat dipastikan berjalan sesuai aturan dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini penting untuk memastikan kondisi Warga Binaan terkontrol serta keamanan Lapas tetap terjaga,” jelas M. Ziun.
Selain itu, jajaran Lapas Brebes juga memperkenalkan inovasi CASHLESS LABRE sebagai bentuk modernisasi layanan keuangan di lingkungan pemasyarakatan. Inovasi tersebut menerapkan sistem transaksi non tunai dan penitipan uang dalam bentuk cashless bagi Warga Binaan guna meningkatkan keamanan, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di dalam Lapas.
Arahan perdana tersebut disambut antusias oleh para Warga Binaan dan menjadi semangat baru dalam membangun budaya pemasyarakatan yang disiplin, humanis, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif.
Melalui penguatan keamanan, pembinaan, serta inovasi SILATIGA, E-TROLING, dan CASHLESS LABRE, Lapas Brebes menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan berdampak nyata dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBBM Tahun 2026.






