Brebes, Lensabumi.com – Upaya memperkuat koordinasi antar Aparat Penegak Hukum (APH) terus diintensifkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes, menunjukkan komitmennya melalui kegiatan kunjungan dan koordinasi ke sejumlah instansi penegak hukum di Kabupaten Brebes, Selasa (5/5). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong sistem penahanan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Kunjungan tersebut dilaksanakan ke Kejaksaan Negeri Brebes, Pengadilan Negeri Brebes, serta Polres Brebes. Tim dari Lapas Brebes dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik & Giatja), Ibnu Sina Nurisqiawan bersama Kasubsi Registrasi Bimbingan Kemasyarakatan (Regbimkemas), Henry Erwinton serta staf.
Kehadiran jajaran Lapas Brebes disambut langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Brebes, Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri Brebes, serta Kepala Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Polres Brebes. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi antar lembaga penegak hukum.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak membahas penguatan koordinasi terkait proses penahanan, mulai dari tahap penyidikan, penuntutan, hingga pelaksanaan putusan. Sinergitas ini dinilai penting guna memastikan setiap tahapan berjalan secara tertib administrasi, tepat waktu, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Lapas Brebes turut memperkenalkan inovasi unggulan SILA TIGA (Sistem Layanan Terintegrasi), sebuah platform digital yang dirancang untuk mengintegrasikan layanan pemasyarakatan dengan instansi APH. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Brebes dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.
Melalui SILA TIGA, setiap instansi terkait dapat melakukan monitoring secara real-time terhadap proses penahanan, sehingga meminimalisir potensi keterlambatan administrasi maupun miskomunikasi antar lembaga. Dalam kesempatan tersebut, Lapas Brebes juga mengajak perwakilan dari masing-masing APH untuk bergabung dalam grup koordinasi SILA TIGA sebagai sarana komunikasi dan pengawasan bersama.
Mewakili Kepala Lapas Brebes, Ibnu Sina Nurisqiawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun sistem pemasyarakatan yang terintegrasi dan modern.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses penahanan berjalan secara transparan, terkoordinasi, dan akuntabel. Melalui inovasi SILA TIGA, kami berharap sinergi antar APH semakin kuat serta mampu meminimalisir hambatan administratif di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari APH, Kasi Pidum Kejari Brebes yang dikunjungi turut memberikan sambutan positif atas inisiatif yang dilakukan Lapas Brebes.
“Kami menyambut baik langkah proaktif Lapas Brebes dalam memperkuat koordinasi lintas instansi. Sinergi seperti ini sangat penting untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan efektif, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Kasi Pidum Kejari Brebes.
Kegiatan koordinasi ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Brebes dalam memperkuat sinergi antar APH, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan semakin solid dalam mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan di Indonesia.






