Brebes, Lensabumi.com – Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Brebes, isu dugaan intervensi terhadap struktur partai di tingkat bawah mencuat. Sejumlah kader menyuarakan kekhawatiran adanya tekanan dalam proses penjaringan dukungan.
Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kecamatan Brebes, Weri Suroso alias Mbah Roso, mengaku menerima informasi awal mengenai potensi intervensi tersebut. Ia meminta pengurus cabang menjaga proses Muscab tetap berjalan sesuai aturan.
“Baru semalam saya dengar ada informasi soal intervensi. Saya belum tahu pasti sumbernya. Tapi saya ingatkan, jangan sampai terjadi,” kata Mbah Roso saat ditemui, Senin (4/5).
Menurut dia, Muscab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang seharusnya berlangsung secara terbuka dan demokratis. Ia menegaskan, persaingan antar kandidat adalah hal wajar, namun tidak boleh disertai tekanan atau praktik yang mencederai mekanisme organisasi.
“Persaingan itu biasa, tapi harus sehat. Jangan ada tekanan atau praktik yang tidak sesuai aturan. Biarlah suara PAC dan ranting yang menentukan, sesuai AD/ART,” ujarnya.
Mbah Roso juga menyatakan tidak gentar menghadapi dinamika yang berkembang menjelang Muscab. Ia menilai setiap kader memiliki hak untuk melakukan konsolidasi politik, selama tetap berada dalam koridor organisasi.
“Yang penting jaga marwah partai. Demokrat bukan milik perorangan,” ucapnya.
Di sisi lain, dinamika dukungan terhadap bakal calon ketua DPC mulai mengerucut. Salah satu kandidat, Asrofi, disebut memperoleh dukungan dari mayoritas PAC di Brebes.
Seorang anggota tim pemenangan Asrofi menyebut, hingga saat ini sedikitnya sembilan PAC telah menandatangani dukungan secara tertulis. Selain itu, enam PAC lain disebut siap menyusul memberikan dukungan resmi.
“Total sementara ada 15 PAC yang sudah menyatakan dukungan. Ini masih dinamis,” kata dia.
Ia menilai dukungan tersebut mencerminkan keinginan kader untuk mendorong perubahan di tubuh Partai Demokrat Brebes. Menurutnya, konsolidasi di tingkat akar rumput menjadi faktor utama dalam menggalang dukungan.
Sejumlah ketua PAC juga mengemukakan alasan dukungan mereka. Salah seorang di antaranya, yang enggan disebutkan namanya, menyebut faktor kedekatan dengan kader menjadi pertimbangan.
“Kami butuh pemimpin yang hadir di tengah kader, bukan hanya saat momentum tertentu. Selama ini, komunikasi dan konsolidasi itu yang kami lihat,” ujarnya.






