Stok BBM untuk SPBU swasta akan kembali terisi

Rabu, 24 September 2025 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Lensabumi.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta akan kembali terisi dalam beberapa hari ke depan.

Pernyataan itu muncul menyusul pertemuan antara Pertamina dan pelaku usaha swasta untuk menanggulangi kelangkaan yang terjadi sejak pertengahan Agustus 2025. Kelangkaan BBM di SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, Vivo, dan Exxon Mobil ditengarai terjadi karena kuota impor untuk badan usaha swasta telah habis.

Baca Juga  Doa Pagi dan Evaluasi Hasil, Komitmen Insan BRILian KC Cilegon Tingkatkan Kualitas Layanan

Pemerintah kemudian memberikan tambahan kuota impor BBM untuk SPBU swasta sebesar 10 persen dibandingkan tahun lalu untuk meredam dampak kekurangan pasokan.

 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan empat poin kesepakatan dari rapat antara badan usaha swasta dan Pertamina, serta menegaskan target pasokan masuk dalam tujuh hari. Bahlil menjelaskan bahwa satu kesepakatan penting adalah kolaborasi berbasis base fuel, sehingga Pertamina menyalurkan BBM murni dan pihak swasta menambahkan aditif di tangki masing-masing.

Kesepakatan lain menyangkut pengawasan bersama mutu BBM melalui joint surveyor, penetapan harga yang adil dan transparan, serta komitmen percepatan distribusi agar kelangkaan tidak berlarut.

Baca Juga  Bupati Hadir Kopdar KPDJ XXVII dan Ultah KPDJ Ke-16

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan badan usaha swasta telah menyampaikan data kebutuhan impor BBM ke Pertamina.

“Yang volume impor, ini kan bertahap. Bertahap itu nanti bagaimana kesepakatannya dengan Pertamina. Itu sudah menyampaikan data ke Pertamina,” ujar Yuliot.

Yuliot menegaskan bahwa sesuai arahan Menteri ESDM, pasokan bisa mulai terisi di SPBU swasta dalam tujuh hari setelah konsolidasi.

“Sesuai arahan Menteri ESDM, tujuh hari setelah konsolidasi, bisa terisi di SPBU swasta,” sambungnya. Ia juga menyebut kesepakatan bisnis antar pelaku agar swasta menyerap BBM berupa base fuel atau BBM murni tanpa aditif.

Baca Juga  Layani Masyarakat Nikmati Liburan, Pertamina Siaga Pasok Energi

“Ini ada pembahasan business to business. Ya, kemudian untuk yang diminta oleh badan usaha, ini belum ditambahkan aditif. Itu sudah ada kesepakatan juga,” kata Yuliot. ESDM menjelaskan peran kementerian bersifat fasilitasi; keputusan komersial tetap ada pada pihak Pertamina dan badan usaha swasta yang bersangkutan.

Berita Terkait

BPOM Hentikan Peredaran Online Kosmetik Impor Ilegal
Dadan Hindayana Kepala BGN Dijemput Kejagung
Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia Perkuat Pasokan Susu MBG
Bapanas: Harga Pangan Terkendali Usai Idul Adha, Intervensi Diperkuat
Kemenhut Tegaskan Peluang Investasi Kehutanan Untuk Perdagangan Karbon
Hari Kebangkitan Nasional 2026, Kapolresta Tangerang: Jaga Tunas Bangsa Demi Masa Depan Negara
Kader Muda PAN, Riyan Hidayat Maju Mencalonkan Ketum BM PAN Pada Priode 2026 -2031, Optimis Targetkan PAN Masuk Tiga Besar Di 2026
Riyan Hidayat Resmi Maju Calon Ketum BM PAN 2026–2031, Dan Targetkan PAN Masuk Tiga Besar 2029

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:55 WIB

BPOM Hentikan Peredaran Online Kosmetik Impor Ilegal

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:46 WIB

Dadan Hindayana Kepala BGN Dijemput Kejagung

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:26 WIB

Kementan Siapkan Dapur Susu Indonesia Perkuat Pasokan Susu MBG

Senin, 1 Juni 2026 - 15:55 WIB

Bapanas: Harga Pangan Terkendali Usai Idul Adha, Intervensi Diperkuat

Senin, 25 Mei 2026 - 16:17 WIB

Kemenhut Tegaskan Peluang Investasi Kehutanan Untuk Perdagangan Karbon

Berita Terbaru

Berita

BPOM Hentikan Peredaran Online Kosmetik Impor Ilegal

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:55 WIB